Pasukan Pengibar Bendera diambil dari siswa siswi SMK IT Nurul Azka Desa Talagasari, mereka Siswa/i terbaik di Sekolahnya...
Karangtaruna Kp. Pasir Kuda Rt. 01 Rw. 03 yang lolos Babak Final mengikuti Upacara Peringatan HUT RI ke 70
Pemimpin Barisan Memberikan laporan kepada Pemimpin Upacara (* Bapak SUTIANDI, S.Pd.i bertindak sebagai Pemimpin Upacara, dan Anggota LINMAS Bertindak sebagai Pemimpin Barisan)
Bapak KADES selaku Pembina Upacara dan ajudan Oleh Perangkat Desa Talagasari Bapak Agus Kurniawan, S.IP
Pasukan 8 delapan sebagai pengiring bendera
Penyerahan Bendera Merah putih Oleh Bapak Kepala Desa Talagasari selaku Pembina Upacara kepada Pembaki Paskibra dari Siswi SMK IT Nurul Azka Talagasari
Pengibaran Bendera Merah Putih
Pembentang Oleh Saudara Rangga Esa Sampurna Putra Pertama dari Bapak Ruskandi, S.Pd.i (Ketua BPD Desa Talagasari)
Pembacaan Teks Pancasila
Drum Band Diambil dari Siswa/i SMP PGRI Kadupandak dibawah Pimpinan Bapak Acep, S.Pd
Desa Talagasari terletak sebelah barat dari Kecamatan Kadupandak, jarak ke Kecamatan Kadupandak 5 Km, ke Ibu Kota Kabupaten 85 Km, Dengan Ketinggian berkisar 250 meter DPL. Luas wilayah 397,645 Ha.Batas-batas wilayah sebagai berikut : >Utara dengan : Desa Bojong Kasih Kecamatan Kadupandak >Selatan dengan : Desa Cijati Kecamatan Cijati >Timur dengan : Desa Sukaraja Kecamatan Kadupandak >Barat dengan : Desa Neglasari Kecamatan Kadupandak
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Info. Tampilkan semua postingan
Rabu, 26 Agustus 2015
Antusias Warga Desa Talagasari dalam menyambut HUT RI ke 70 tahun 2015
Persiapan Warga Masyarakat Desa Talagasari untuk mengikuti Carnafal
Pejuang Masa kini
Pelajar dan Mahasiswa/i
Pentas seni dari Kp. Cimanggu
Dogdog (reog)
Momonyetan (badut monyet)
Pejuang Masa kini
Pelajar dan Mahasiswa/i
Pentas seni dari Kp. Cimanggu
Dogdog (reog)
Momonyetan (badut monyet)
Jumat, 24 Oktober 2014
Serangan Wereng di Cianjur Tahun Ini Paling Parah #INILAH.COM
Serangan Wereng di Cianjur Tahun Ini Paling Parah
Oleh: Benny Bastiandy
Pakuan - Kamis, 28 Agustus 2014 | 14:49 WIB
ilustrasi
BERITA TERKAIT
INILAH.COM, Cianjur - Ratusan hektare lahan sawah di
Kecamatan Kadupandak Kabupaten Cianjur diserang hama wereng. Sejumlah
petani mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah pada masa
panen tahun ini.Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, dari 14 desa yang ada di Kecamatan Kadupandak, serangan hama wereng paling parah terjadi di Desa Talagasari. Serangan hama wereng kali ini dinilai para petani merupakan terparah sepanjang sejarah. Hama wereng menyerang bagian batang dan isi padi sehingga kualitas menjadi rusak.
"Biasanya sekali panen bisa dapat tiga ton. Waktu panen kali ini hanya mendapatkan sekitar 1,5 kuintal. Selebihnya rusak, tak bisa produksi karena hawa wereng," kata Dana (63), petani di Kampung Cinangka RT 01/01 Desa Talagasari Kecamatan Kadupandak, Kamis (28/8/2014).
Kata Dana, kualitas padi yang dipanen pun tak cukup baik. Selain bau apek, kualitasnya pecah-pecah alias beunyeur. "Tak jauh beda dengan kualitas raskin. Berasnya pecah-pecah kalau digiling," tuturnya.
Dana mengaku, lahan sawah miliknya yang diserang hama wereng sekitar dua hektare. Dia mengalami kerugian hampir Rp20 juta.
"Parah panen tahun ini. Sebelumnya tidak pernah mengalami kayak begini," ucapnya.
Kondisi itu diperparah dengan tidak adanya petugas penyuluh lapangan (PPL) pertanian. Sehingga para petani kurang begitu paham melakukan antisipasi jika ada serangan hama.
"Di daerah saya tidak ada PPL. Makanya para petani hanya mengandalkan pengalaman saja ketika bertani," tegasnya.
Anggota DPRD Kabupaten Cianjur dari PDIP Dadang Sutarmo menyayangkan tidak adanya PPL pertanian di Kecamatan Kadupandak. Apalagi penyebab serangan hama itu bisa dikarenakan faktor kondisi cuaca atau penggunaan pestisida berlebihan.
"Kalau ada PPL kan mereka bisa mentransformasikan segala informasi berkaitan dengan penyuluhan pertanian kepada petani," tegas Dadang.
Dadang meminta Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur bisa sigap mengatasi berbagai permasalahan yang dialami petani termasuk serangan hama. Jika terus dibiarkan, kata Dadang, dikhawatirkan akan berdampak terhadap tingkat produktivitas dan kesejahteraan petani.
"Minimalnya bisa menempatkan PPL di Kecamatan Kadupandak. Masak petani dibiarkan seperti itu?," pungkasnya.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Cianjur Yanto Hartono mengatakan akibat kurangnya personel PPL, maka banyak informasi yang tak terserap oleh para petani.
"Padahal PPL itu merupakan ujung tombak di lapangan dalam mentransformasikan informasi maupun teknologi-teknologi pertanian terbarukan," kata Yanto kepada INILAH.COM, belum lama ini.
Menurut Yanto, idealnya jumlah petugas PPL di Kabupaten Cianjur sebanyak 340 orang dengan asumsi satu desa ditempatkan satu orang petugas. Saat ini satu orang petugas PPL untuk 2-3 desa.
"Apalagi yang ditugaskan dengan wilayah cukup luas, mereka (PPL) harus meng-cover sejumlah desa yang jaraknya cukup jauh," tuturnya.
Rencananya ke depan jumlah PPL di Cianjur bakal ditambah sekitar 10 persen atau 25 orang dari jumlah yang ada saat ini. Menurut Yanto, petugas PPL yang ada saat ini masih di bawah koordinasi pemerintah pusat dan provinsi.
"Untuk honornya pun berasal dari pusat, tapi alokasinya untuk 10 bulan. Dari Pemkab kita menambah kekurangan honor yang dua bulan," ujarnya. [ito]
Label:
Info
Langganan:
Postingan (Atom)